Gunungkidul – Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Kabupaten Gunungkidul, Setiyo Hartato, menyampaikan paparan komprehensif mengenai kondisi infrastruktur digital dan sumber daya manusia (SDM) di lingkungan dinasnya kepada Bupati Gunungkidul, yang berlangsung di Kantor Data Center, Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Gunungkidul, Selasa, 26 Mei 2026.
Pertemuan ini menjadi momen penting karena merupakan pertama kalinya Bupati bertatap muka langsung dengan seluruh jajaran pegawai Dinas Kominfo selama masa jabatannya. Dalam paparannya, Setiyo mengungkapkan tantangan signifikan terkait komposisi SDM. Dari total 53 karyawan, hanya 18% yang memiliki latar belakang pendidikan digital, sementara 81% sisanya merupakan tenaga non-digital.
Guna mengatasi keterbatasan ini, Kominfo berfokus pada strategi pengembangan talenta digital untuk mencetak SDM multitalent yang mampu menangani beragam jenis pekerjaan secara efektif.

“Dinas Kominfo juga menunjukkan komitmen pada kesetaraan gender. Saat ini, dua jabatan Eselon 3 telah dipercayakan kepada perempuan, yaitu Sekretaris Dinas dan Kepala Bidang Persandian dan Statistik, dari total 11 pegawai perempuan yang ada.” papar Kepala Dinas Kominfo.
Meskipun menghadapi keterbatasan personel, Dinas Kominfo Gunungkidul mencatatkan kinerja impresif dalam berbagai evaluasi nasional. Dinas ini dipercaya mengoordinasikan evaluasi Pemerintah Digital, Smart City, hingga Satu Data Indonesia, yang pada dasarnya melibatkan koordinasi lintas OPD.
“Di sektor infrastruktur, Kominfo saat ini mengelola aset yang cukup besar dengan rincian 914 titik internet dan 141 CCTV yang dikelola hanya oleh 11 petugas lapangan.” papar Setiyo.
Selain itu Kominfo Gunungkidul juga mengelola 251 menara telekomunikasi dan pusat data (data center) dengan sistem collocation di luar kota untuk keamanan data, dan juga 128 titik Wi-Fi publik yang tersebar di pasar dan pusat keramaian. Setiyo juga menyoroti lonjakan publikasi media yang mencapai 1.218 konten dalam periode Januari hingga April, angka terbesar dalam sejarah dinas tersebut. Selain itu, inovasi pada media luar ruang seperti videotron berhasil meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) hingga 200% dengan mengakomodasi kebutuhan ekspresi masyarakat.
Kendala Operasional dan Harapan ke Depan
Terlepas dari berbagai prestasi, Setiyo menekankan beberapa kendala teknis, terutama terkait kurangnya armada operasional. Hal ini menghambat kecepatan penanganan gangguan di wilayah yang jauh, seperti Girisubo yang membutuhkan waktu tempuh hingga 1,5 jam.
“Selain itu, ia menyoroti perlunya peningkatan kesadaran akan keamanan dan etika digital di seluruh jajaran staf hingga pimpinan tertinggi.” ucap Kepala Dinas Kominfo.
Setyo juga berharap adanya penambahan tenaga ahli khusus, seperti tenaga ahli geospasial, untuk mengoptimalkan penyajian data kemiskinan dan data sektoral lainnya secara lebih akurat.Melalui berbagai sistem inovasi seperti Sadulur (Sistem Adopsi Digital) untuk manajemen talenta dan Dopadu (Data Olahan Terpadu), Dinas Kominfo berkomitmen untuk terus menjadi tulang punggung transformasi digital di Kabupaten Gunungkidul.

Sementara itu dalam arahannya, Bupati Gunungkidul, Endah Subekti Kuntariningsih memberikan pengarahan dan pembinaan langsung kepada jajaran Aparatur Sipil Negara (ASN), baik PNS maupun P3K, di lingkungan Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Kabupaten Gunungkidul. Dalam arahannya, Bupati menekankan peran strategis Dinas Kominfo sebagai wajah pelayanan publik dan penggerak utama transformasi digital pemerintahan.
Acara pembinaan ini turut dihadiri oleh Staf Ahli Bupati Bidang Kemasyarakatan dan SDM, para pejabat struktural, serta fungsional di lingkungan Dinas Kominfo. Bupati mengapresiasi paparan detail yang disampaikan oleh Kepala Dinas Kominfo terkait capaian dan tantangan yang dihadapi instansi tersebut. Salah satu poin utama yang ditekankan Bupati adalah pengembalian beban kerja sesuai dengan Tugas Pokok dan Fungsi (Tupoksi) masing-masing bidang.
Bupati menegaskan perlunya pembagian kerja yang adil agar personel Kominfo tidak dibebani pekerjaan di luar kewenangannya hanya karena dianggap selalu bersedia membantu.
“Kita harus kembalikan ke relnya, breakdown siapa melakukan apa dan di mana harus jelas untuk menjaga unsur keadilan bagi seluruh personel,” tegas Bupati.
Bupati juga menaruh perhatian serius terhadap keterbatasan sarana prasarana, termasuk kebutuhan mobil operasional dan kondisi kantor yang masih terpencar. Bupati berkomitmen untuk segera menindaklanjuti kendala tersebut agar kinerja lapangan tidak terhambat.
Terkait keterbatasan SDM di bidang infrastruktur, Bupati menginstruksikan staf ahli untuk segera melakukan koordinasi lintas sektoral guna menempatkan personel yang sesuai dengan keahlian dan kecakapannya.
Pengawasan Kinerja dan Layanan Publik
Dalam upaya meningkatkan efisiensi, Bupati meminta adanya laporan progres bulanan, termasuk pengawasan penggunaan internet di lingkungan OPD guna memastikan pemanfaatannya maksimal untuk urusan pekerjaan. Selain itu, terkait pengelolaan informasi publik, Bupati menyoroti dinamika kanal pengaduan masyarakat seperti SP4N LAPOR. Meskipun sistem digital telah tersedia, Bupati memahami bahwa masyarakat masih sering menyampaikan keluhan langsung melalui pesan singkat (WhatsApp).
“Saya mengimbau para pegawai untuk tetap merespons dengan bijak dan mengedepankan kesabaran dalam melayani masyarakat.” pesan Bupati.
Menutup arahannya, Bupati mengingatkan bahwa sebagai penggerak roda pemerintahan, pegawai Kominfo tidak hanya dituntut memiliki kemampuan teknis, tetapi juga integritas, loyalitas, dan etika kerja yang tinggi.
“Pembinaan ini diharapkan mampu meningkatkan kedisiplinan dan profesionalisme pegawai demi mewujudkan tata kelola pemerintahan digital yang lebih baik di Kabupaten Gunungkidul.” pungkas Bupati.